OLEH
: GOOD
Setiap
langkahku menjadi lebih berat, keringatku menetes membasahi tubuhku, malam
seakan menjadi lebih mencekam. Suara Burung hantu mengikuti langkah demi
langkahku untuk pulang. Suara Jangkrik yang membahana di gendang telinga seakan
membawa suasana ramai, namun satu hal yang pasti ketika Jangkrik bersuara.
Tandanya tak ada kehidupan. Sepi. Aku mempercepat langkahku melewati sederet
rumah yang telah tertutup rapat. Aku menambah kecepatanku lagi ketika melewati
rumah tua yang sudah berpuluh-puluh tahun tak berpenghuni, banyak cerita seram
dan menakutkan yang mengiringi keberadaan rumah tua ini. Ketika mengingat salah
satu cerita itu langsung membuat bulu kudukku berdiri. “uwahhh….” Aku berlari
sambil berteriak, dengan segenap kekuatan untuk menuju kerumah. Telah terparkir
sepedah motor didepan rumah, aku mengenal sepedah motor ini. Ini sepedah motor
polisi genit. Kakakku.
“
aku pulang pak polisi “ kataku memberi tahunya.
“
penakut sini kamu “ suara itu datang dari arah dalam namun belum kujumpai
sosoknya.
Aku
berjalan mencari pemilik suara itu masuk kedalam ruang tamu, mataku melirik
kekanan dan kekiri aku pelankan langkahku, aku belum menemukan sosok itu,
dimana kamu bersembunyi dasar kakak.
“
uwaaa…”
“
uwaaa” aku sangat terkejut, memegangi dada, nafasku tersenggal-senggal, mataku
melotot. Dia tertawa puas memegangi perutnya karena melihat ekspresi kagetku. Aku
langsung menuju sofa dan menyalakan televisi.
“
adik kakak yang penakut diseluruh penjuru pelosok dunia dan akhirat….”
“
cerewet amat sih kakak, udah kayak perempuan mau lahiran”
“
ini ada sesuatu mau enggak?”
“apaan?” kataku “buka dulu aja” katanya sambil
tersenyum dan meloncat duduk didekatku. “Wow” mataku berbinar-binar Hanphone
Android SAMSUNG GALAXY S7 terbaru.
“Ini
untuk aku kak?” dia hanya mengangguk.
“
kakak juga punya SAMSUNG GALAXY S7?”
“Iya
dong masa kamu aja”
Dia
memperlihatkan Androidnya yang baru. Terpampang foto wanita cantik yang ada
didepanya. “cie, ada yang baru nih!”
“ini
salah satu korban orang hilang dik, dia baru diculik beberapa jam ini, cewek
aku belum menemukanya”
“owh,
cantik juga yah!”
“anak
kecil penakut mau nyari cewek mulu, gimana itu kabarnya Risma?”
“kami
berdua Cuma..”
“pacaran”
serobot kakakku disertai dengan tawanya yang renyah.
“kakak
itu selalu godain aku” sambil aku memukul ringan bahunya
“biarin!
Lagian kalian kan memang dekat, ayo selfie! Dengan SAMSUNG GALAXY S7 yang
kameranya dual Pixel pasti hasilnya
bagus!”
“ayo”
kami berfoto, sedikit cerita dariku kami dari kecil hidup cuma berdua karena
orang tua kami telah tiada saat aku masih bayi, lantas kami dirawat oleh bibi, seorang
janda, namun sayang, setelah kakak menjadi seorang polisi. Bibi mengalami
kecelakaan dan meninggal dunia. Sekarang kami hanya berdua.
“tuhkan
hasilnya bagus dan jernih, bisa buat foto kekasihmu” katanya menggodaku. Aku
hanya terdiam dan sedikit salah tingkah.
Tiba-tiba
android kakak berdering. Kami saling bertatapan. Kakak lantas menjawab telpon
dan agak menjauh dariku, biasa dia harus merahasiakan tugasnya. Setelah
perbincangan dengan androidnya dia menemuiku.
“dik
jangan lupa makan yah, udah kakak stock semua bahan makanannya kamu bisa masak
sendiri, jangan main game terus, sekali-kali androidnya digunakan untuk hal yang
berguna, jangan lupa belajar yang rajin. Kakak juga memasang alat pelacak GPS
di Androidmu jadi kakak bisa memantaumu setiap waktu, udah aku charge juga, ya udah kakak berangkat
dulu Han” nasihatnya sebelum berangkat bertugas. Segera aku buka android terbaru
dan berteknologi canggih tersebut. Aku install WA, BBM, COC, game dan aplikasi lain yang menurutku bagus.
BBM-q
kuhubungkan dengan akun lamaku, suasana agak dingin, rintik-rintik hujan mulai
turun, kaca dikamarku terlihat mengembun. Aku teringat oleh Risma jadi
kuhubungi dia.
“PING!”
“cie
yang androidnya baru”
“iya
Ris, ini baru yang namanya android”
“iya
percaya deh, SAMSUNG GALAXY S7 teknologi yang paling muktakhir yang baru”
“hehe,
iyalah Ris, mau minta’ traktir apa?”
“aku
Cuma mau kamu melakukan sesuatu”
“apa?”
“uji
nyali dirumah tua”
“gak
ah, Ris minta yang lain aja. Kamu kan tau aku paling takut hal yang begituan”
“masa
atlit tae kwondo takut, aku aja enggak!”
“hehe,
iyah kan bukan manusia Ris, beneran kamu berani?”
“iya
tahu kok aku, iya aku berani”
“kalau
gitu kamu nemenin aku kesana sekalian kita buat video dengan android terbaruku”
“haha,
sombong nih! Nanti rusak loh Android terbarumu kan ini lagi hujan”
“mau
gak nemenin kalau mau aku berangkat kerumahmu! Hehe, gak bakal rusak lihat aja
kelebihannya SAMSUNG GALAXY S7 disini http://www.youtube.com/samsungmobile
“
Agak
lama aku nunggu balasan darinya, aku melahap sepotong roti yang dibelikan
kakak. Sambil main clash of clan game
yang banyak penggunanya ini. Desain SAMSUNG GALAXY S7 memiliki bentuk yang
keren dan slim jadi yah, agak sombong.
Hehe. Fitur-fiturnya juga sangat
baik, dan yang terpenting high
performance.
“KLING”
bbm-ku berdering segera kubaca pesan
singkat yang masuk
“iya,
aku mau tapi jangan malam-malam yah”
“siap,
cewek cantik” godaku.
Setelah
itu aku langsung bersiap-siap memakai jaket yang tebal serta tidak lupa membawa
android baruku. Aku keluar menuju rumahnya yang berada beberapa meter saja dari
rumahku. Ternyata dia sudah menungguku didepan pintu dengan senyum manisnya
menyambutku. Dia memakai jas hujan berwarna pink, rambutnya dibiarkan terurai
tersapu oleh angin malam. Aku sedikit terpaku melihatnya.
“hei”
suara halusnya menyadarkanku dari lamunan
“iya
Ris, ayo jalan”
“emang
udah siap? Kamu kan penakut!”
“mulai
nih!”
Kami
berbincang-bincang dijalan dan tanpa aku sadari, kami telah tiba di gerbang
rumah tua. Suasana seramnya sangat terasa aku menelan ludah. Aku menyalakan
perekam videonya. Tangan kananku memegang handphone dan tangan kiriku
menggenggam erat tangan Risma.
“ayo
masuk!” kataku
Dia
hanya mengangguk, tersirat ketakutan diwajahnya. Aku membuka pintu rumah tua
tersebut, tercium bau rokok disini, suasananya didalam rumah yang benar-benar
gelap membuat Risma menyalakan senter kecil yang dia bawa. “hihihihihihi” suara
tawa kuntilanak membuatku mencari dimana sosok itu, meski awalnya aku takut,
aku mencoba berani karena ada Risma disini.
“ayo
balik Han, aku takut” kata risma. tiba-tiba saja bayangan putih melayang dari
atasku dan menerjang diriku dan Risma aku sempat mengarahkan kamera SAMSUNG
GALAXY S7 ke atas. Tanpa komando kami langsung lari tunggang langgang.
Nafas
kami terengah-engah aku sampai lupa mengantar pulang Risma malah aku gandeng
pulang kerumahku. “mau mampir dulu tanyaku?” dia hanya mengangguk, kami pun
masuk, hujan diluar hanya sekedar rintik-rintik namun sudah cukup membuat basah
jaketku. Dia meminjam androidku. Sementara aku masuk kekamar dan mencopot
jaketku yang basah memakai sehelai kaos santai. Aku keluar dari kamar dan
membawakannya minuman berkarbonasi kesukaannya.
“kayaknya
kita dikerjain deh!”
“iya
kita memang dikerjain, dikerjain sama kuntilanak” jawabku sambil memandangnya,
kulihat wajahnya begitu serius memandang androidku, aku jadi sedikit penasaran.
Aku lihat video yang terekam di handphone-ku ada tali yang mengikat kuntilanak
bohongan itu terlihat jelas oleh kamera SAMSUNG GALAXY S7 aku sedikit
tercengang, ada wanita yang berada dilayar kakak.
“aku
sepertinya kenal dengan wanita itu!”
“cewek
mana yang tidak dikenal Johan, apalagi ceweknya cantik” katanya sewot
“bukan
begitu Ris, cewek itu adalah masuk daftar orang hilang yang lagi dicari sama
kakak aku!” kataku menjelaskan.
“benarkah?
Kita kirim aja video ini ke kakakmu untuk memastikan”
“tidak
Ris, aku akan kesana lagi. Kayaknya ada yang tidak beres di rumah itu”
“lebih
baik serahkan kepada pihak berwajib”
“warga
juga harus membantu, kamu mau ikut atau enggak?” aku menaruh androidku di atas
meja dan melangkah cepat kekamar untuk memakai jaket dan mempersiapkan
alat-alat yang bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran tersebut.
“ayo
Ris, kita berangkat, atau kamu mau aku antar pulang?”
“aku
ikut” setelah dia menjawab tiba-tiba saja terbersit kalau saja terjadi apa-apa
kepadanya maka aku akan merasa sangat menyesali perbuatanku mengajaknya. Selain
itu ada bau rokok berarti ada kehidupan disana, kalau disana digunakan sebagai tempat
penyimpanan orang yang diculik berarti ada banyak penjahat didalam gedung. Dulu
ada cerita bahwa yang masuk kerumah tua itu tidak akan kembali, apakah ulah
penjahat-penjahat ini.
“aku
antar kamu pulang saja yah Ris”
“aku
mau ikut”
“udah
pulang saja aku antar sekalian”
aku pun menarik tanganya tanpa menunggu persetujuaanya. Aku menariknya sampai kedepan rumahnya.
aku pun menarik tanganya tanpa menunggu persetujuaanya. Aku menariknya sampai kedepan rumahnya.
“selamat
tidur putri cantik, sampai jumpa besok” kataku lantas aku berlari
meninggalkanya seakan dia mau mengucapkan sesuatu dari bibir mungilnya. Aku
sudah sampai didepan rumah tua aku mengendap-endap. Pertama aku pasang beberapa
kamera untuk mengawasi keadaan rumah dari belakang dan samping. Kemudian aku
pantau dari SAMSUNG GALAXY S7 yang aku miliki. Benar saja keluar beberapa orang
dari belakang menghisap rokok. Sial apa aku harus memberi tahu kakak. Pikirku.
Dua orang aku bisa melumpuhkan mereka berdua dengan pukulan yang mengarah pada
tenggorokan dan tendangan pada perutnya, serta aku tambahi sikutan untuk
membuatnya pingsan. Aku pasang androidku disaku android yang aku taruh
dipahaku, aku jalankan rencanaku dan berhasil 100 persen. Mencoba masuk dari belakang
dan mencari wanita itu, ada tangga sebelah kiri, nafasku agak terengah-engah
keringatku menetes, ini benar-benar melelahkan, aku naiki anak tangga satu demi
satu, kulihat wanita itu terikat kaki dan tangannya, serta terbungkam mulutnya.
“emmm” sambil jingkrak-jingkrak seakan dia ingin segera dilepaskan, atau
memberi tanda bahwa, tendangan dari arah belakang membuatku terjungkal, aku
mencoba berdiri namun pistol mengarah tepat di kepalaku.
“jangan
melawan atau mati!” katanya garang, tubuhnya tinggi besar membuatku sedikit
takut. Kami berdua di gelandang masuk kebawah tanah. Menemui para anak muda
yang hilang ternyata bekerja disini, sial ternyata disini sarang sabu-sabu
mereka dijadikan buruh disini. Sebelum aku dimasukan kedalam penjara buatan
mereka aku digeledah dari atas kebawah, di temukan tali serta beberapa senjata,
semuanya disita. “santai anak muda kamu akan bergabung dengan mereka 1 minggu
lagi” kata seseorang penjahat yang duduk sambil menghisap sabu-sabu. Aku di
masukkan ke penjara. Sial bagaimana bisa menolong orang jika diriku dalam
kemalangan. Kulihat wanita itu hanya berada dipojok tanpa bergerak, dia seperti
hantu menyeramkan. Apa dia merasa bersalah dengan dirinya? Entahlah, “KLING”
suara ini! Aku melirik kearah pahaku namun tidak kutemukan alat canggih itu. “ini
handphone punyamu!” katanya dengan suara lirih. “terima kasih” kataku sambil
mengambilnya. Mungkin waktu tadi aku kena tendang dari belakang dan akhirnya
terjatuh dan dia membawanya, aku melihat handphoneku untuk menghubungi kakak,
namun, ternyata mereka sudah berada diluar untuk penggerebekan kamera yang
kupasang masih tersambung dan dengan jelas aku melihat kakakku mengamati
androidnya mencari keberadaanku. Aku memotret dari dalam penjara semua penjahat
yang duduk di kursi mereka serta ajudan-ajudan mereka. Aku kirimkan kepada
kakak berapa orang penjahat yang siap mereka hadapi, sebelum aku kirim salah
seorang pengawal membuatku kaget telah mengetahui diriku memotretnya barang
bukti disertai seluruh atasan mereka.
“kamu
lagi ngapain?”
“ini
lagi motret aja”
“pak
bos kita dipotret, emang kita artis?”
“kurang
lebih seperti itu” jawabku
“cepat
bawa keluar anak itu sebelum membawa masalah” aku cepat-cepat menonaktifkan
kamera pengawas yang sedang aku nyalakan. Dia mengambil handphone kesayanganku
aku takut seandainya mereka menghancurkanya. Iya SAMSUNG GALAXY S7 kan under
water capability “jangan masukin kedalam air pak nanti rusak” kataku semoga dia
hanya memasukan androiku kedalam minumannya itu, sekaligus aku ingin menguji seberapa
tahan terhadap air. Akhirnya bos itu memasukan kedalam gelas yang berisi penuh
dengan minuman keras tiba-tiba saja satu kepalan mengarah ke kepalaku dan satu
lagi keperutku itu membuatku jatuh terkapar. SAMSUNG GALAXY S7 menghadap ke
arahku dan menyala aku berharap mereka tidak menyadari bahwa android yang masuk
kedalam gelas minum mereka masih menyala dan berfungsi dengan baik.
“menyerahlah gedung ini sudah terkepung” suara itu membuat pontang panting para
penjahat mereka berhamburan meninggalkan kami para manusia yang ditahannya
mereka hanya membawa sabu-sabu mereka. Ternyata ada jalan bawah tanah, polisi
menggerebek tempat ini namun semua sudah lari tinggal menyisakan orang-orang
hilang yang dicari kepolisian. Kakak segera menemuiku bersama dengan Risma.
“kamu
tidak apa-apa kan Johan?” Tanya Risma penuh kekhawatiran.
“ehem”
kakak pura-pura tersedak
“itu
tuh kalau sombong dan sok-sokan jadi hasilnya wajah lebam gitu” kata kakak
sambil mengusap kepalaku pelan.
“kak,
kayaknya disini ada yang ingin kakak temui!”
“siapa?”
“wanita
itu!” kataku sambil menunjuknya.
“kakak
juga harus bilang bahwa aku menggunakan androidku bukan hanya untuk game”
“dan
memujiku” aku lanjutkan kata-kataku
“emang
apa yang kamu lakukan?” tanyanya,
beberapa polisi izin ke kakak untuk melakukan pengejaran.
“kakak
pasti butuh banget dengan SAMSUNG GALAXY S7 punyaku karena aku punya barang
bukti”
Dia
tidak menggubrisku malah menolong kakak perempuan yang misterius itu.
“kakak”
“iya,
aku tahu kan Risma udah ngirim hasil videonya ke kakak, dengan begitu kakak
sudah tahu”
“terus
kakak gak butuh foto-foto di androidku ini?”
“ya
udah aku hapus aja” lanjutku
“jangan-jangan
dik kakak butuh foto-foto itu sebagai barang bukti” kegelisahan diwajah kakak
Nampak sempurna.
“hehe,
jadi gimana? Aku menggunakannya untuk hal yang berguna kan?”
“iya,
iya aku tahu”
Aku
memandangnya sambil berkedip-kedip dia menghela nafas dalam-dalam
“biasa
aja, iya kamu anak yang pandai dan berani….”
“dan…”
“menggunakan
androidnya untuk hal yang lebih berguna”
“lagi?”
“kamu
ini benar-benar adik yang manja, lain kali jangan ceroboh, untung androidmu
dimasukin air, kalau sampai dirusak gimana?”
“oh,
kakak khawatir dengan androidnya”
“hehe,
orangnya kan jago tae kwondo, dua orang di atas yang ngalahin kamu kan?”
“tapi,
tetap aja kak kalau kakak gak beliin aku SAMSUNG GALAXY S7 mungkin androidku
gak bisa terpakai lagi”
“oleh
karena itu kalau mau android yang berteknologi tinggi dengan segala kemajuan
segera kunjungi http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/smartphones/galaxy-s/galaxy-s7/
dan pesan sekarang juga”
Kami
pun pulang bersama, lebih tepatnya berdua dengan Risma, kakak harus mengurus
orang-orang yang ditawan dibawah tanah.
The End