Sunday, 20 March 2016

Menyibak Rahasia Rumah Tua dengan SAMSUNG GALAXY S7


OLEH : GOOD
Setiap langkahku menjadi lebih berat, keringatku menetes membasahi tubuhku, malam seakan menjadi lebih mencekam. Suara Burung hantu mengikuti langkah demi langkahku untuk pulang. Suara Jangkrik yang membahana di gendang telinga seakan membawa suasana ramai, namun satu hal yang pasti ketika Jangkrik bersuara. Tandanya tak ada kehidupan. Sepi. Aku mempercepat langkahku melewati sederet rumah yang telah tertutup rapat. Aku menambah kecepatanku lagi ketika melewati rumah tua yang sudah berpuluh-puluh tahun tak berpenghuni, banyak cerita seram dan menakutkan yang mengiringi keberadaan rumah tua ini. Ketika mengingat salah satu cerita itu langsung membuat bulu kudukku berdiri. “uwahhh….” Aku berlari sambil berteriak, dengan segenap kekuatan untuk menuju kerumah. Telah terparkir sepedah motor didepan rumah, aku mengenal sepedah motor ini. Ini sepedah motor polisi genit. Kakakku.
“ aku pulang pak polisi “ kataku memberi tahunya.
“ penakut sini kamu “ suara itu datang dari arah dalam namun belum kujumpai sosoknya.
Aku berjalan mencari pemilik suara itu masuk kedalam ruang tamu, mataku melirik kekanan dan kekiri aku pelankan langkahku, aku belum menemukan sosok itu, dimana kamu bersembunyi dasar kakak.
“ uwaaa…”
“ uwaaa” aku sangat terkejut, memegangi dada, nafasku tersenggal-senggal, mataku melotot. Dia tertawa puas memegangi perutnya karena melihat ekspresi kagetku. Aku langsung menuju sofa dan menyalakan televisi.
“ adik kakak yang penakut diseluruh penjuru pelosok dunia dan akhirat….”
“ cerewet amat sih kakak, udah kayak perempuan mau lahiran”
“ ini ada sesuatu mau enggak?”
“apaan?”  kataku “buka dulu aja” katanya sambil tersenyum dan meloncat duduk didekatku. “Wow” mataku berbinar-binar Hanphone Android SAMSUNG GALAXY S7 terbaru.
“Ini untuk aku kak?” dia hanya mengangguk.
“ kakak juga punya SAMSUNG GALAXY S7?”
“Iya dong masa kamu aja”
Dia memperlihatkan Androidnya yang baru. Terpampang foto wanita cantik yang ada didepanya. “cie, ada yang baru nih!”
“ini salah satu korban orang hilang dik, dia baru diculik beberapa jam ini, cewek aku belum menemukanya”
“owh, cantik juga yah!”
“anak kecil penakut mau nyari cewek mulu, gimana itu kabarnya Risma?”
“kami berdua Cuma..”
“pacaran” serobot kakakku disertai dengan tawanya yang renyah.
“kakak itu selalu godain aku” sambil aku memukul ringan bahunya
“biarin! Lagian kalian kan memang dekat, ayo selfie! Dengan SAMSUNG GALAXY S7 yang kameranya dual Pixel pasti hasilnya bagus!”
“ayo” kami berfoto, sedikit cerita dariku kami dari kecil hidup cuma berdua karena orang tua kami telah tiada saat aku masih bayi, lantas kami dirawat oleh bibi, seorang janda, namun sayang, setelah kakak menjadi seorang polisi. Bibi mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Sekarang kami hanya berdua.
“tuhkan hasilnya bagus dan jernih, bisa buat foto kekasihmu” katanya menggodaku. Aku hanya terdiam dan sedikit salah tingkah.
Tiba-tiba android kakak berdering. Kami saling bertatapan. Kakak lantas menjawab telpon dan agak menjauh dariku, biasa dia harus merahasiakan tugasnya. Setelah perbincangan dengan androidnya dia menemuiku.
“dik jangan lupa makan yah, udah kakak stock semua bahan makanannya kamu bisa masak sendiri, jangan main game terus, sekali-kali androidnya digunakan untuk hal yang berguna, jangan lupa belajar yang rajin. Kakak juga memasang alat pelacak GPS di Androidmu jadi kakak bisa memantaumu setiap waktu, udah aku charge juga, ya udah kakak berangkat dulu Han” nasihatnya sebelum berangkat bertugas. Segera aku buka android terbaru dan berteknologi canggih tersebut. Aku install WA, BBM, COC, game dan aplikasi lain yang menurutku bagus.
BBM-q kuhubungkan dengan akun lamaku, suasana agak dingin, rintik-rintik hujan mulai turun, kaca dikamarku terlihat mengembun. Aku teringat oleh Risma jadi kuhubungi dia.
“PING!”
“cie yang androidnya baru”
“iya Ris, ini baru yang namanya android”
“iya percaya deh, SAMSUNG GALAXY S7 teknologi yang paling muktakhir yang baru”
“hehe, iyalah Ris, mau minta’ traktir apa?”
“aku Cuma mau kamu melakukan sesuatu”
“apa?”
“uji nyali dirumah tua”
“gak ah, Ris minta yang lain aja. Kamu kan tau aku paling takut hal yang begituan”
“masa atlit tae kwondo takut, aku aja enggak!”
“hehe, iyah kan bukan manusia Ris, beneran kamu berani?”
“iya tahu kok aku, iya aku berani”
“kalau gitu kamu nemenin aku kesana sekalian kita buat video dengan android terbaruku”
“haha, sombong nih! Nanti rusak loh Android terbarumu kan ini lagi hujan”
“mau gak nemenin kalau mau aku berangkat kerumahmu! Hehe, gak bakal rusak lihat aja kelebihannya SAMSUNG GALAXY S7 disini http://www.youtube.com/samsungmobile
Agak lama aku nunggu balasan darinya, aku melahap sepotong roti yang dibelikan kakak. Sambil main clash of clan game yang banyak penggunanya ini. Desain SAMSUNG GALAXY S7 memiliki bentuk yang keren dan slim jadi yah, agak sombong. Hehe. Fitur-fiturnya juga sangat baik, dan yang terpenting high performance.
“KLING” bbm-ku berdering segera kubaca pesan singkat yang masuk
“iya, aku mau tapi jangan malam-malam yah”
“siap, cewek cantik” godaku.
Setelah itu aku langsung bersiap-siap memakai jaket yang tebal serta tidak lupa membawa android baruku. Aku keluar menuju rumahnya yang berada beberapa meter saja dari rumahku. Ternyata dia sudah menungguku didepan pintu dengan senyum manisnya menyambutku. Dia memakai jas hujan berwarna pink, rambutnya dibiarkan terurai tersapu oleh angin malam. Aku sedikit terpaku melihatnya.
“hei” suara halusnya menyadarkanku dari lamunan
“iya Ris, ayo jalan”
“emang udah siap? Kamu kan penakut!”
“mulai nih!”
Kami berbincang-bincang dijalan dan tanpa aku sadari, kami telah tiba di gerbang rumah tua. Suasana seramnya sangat terasa aku menelan ludah. Aku menyalakan perekam videonya. Tangan kananku memegang handphone dan tangan kiriku menggenggam erat tangan Risma.
“ayo masuk!” kataku
Dia hanya mengangguk, tersirat ketakutan diwajahnya. Aku membuka pintu rumah tua tersebut, tercium bau rokok disini, suasananya didalam rumah yang benar-benar gelap membuat Risma menyalakan senter kecil yang dia bawa. “hihihihihihi” suara tawa kuntilanak membuatku mencari dimana sosok itu, meski awalnya aku takut, aku mencoba berani karena ada Risma disini.
“ayo balik Han, aku takut” kata risma. tiba-tiba saja bayangan putih melayang dari atasku dan menerjang diriku dan Risma aku sempat mengarahkan kamera SAMSUNG GALAXY S7 ke atas. Tanpa komando kami langsung lari tunggang langgang.
Nafas kami terengah-engah aku sampai lupa mengantar pulang Risma malah aku gandeng pulang kerumahku. “mau mampir dulu tanyaku?” dia hanya mengangguk, kami pun masuk, hujan diluar hanya sekedar rintik-rintik namun sudah cukup membuat basah jaketku. Dia meminjam androidku. Sementara aku masuk kekamar dan mencopot jaketku yang basah memakai sehelai kaos santai. Aku keluar dari kamar dan membawakannya minuman berkarbonasi kesukaannya.
“kayaknya kita dikerjain deh!”
“iya kita memang dikerjain, dikerjain sama kuntilanak” jawabku sambil memandangnya, kulihat wajahnya begitu serius memandang androidku, aku jadi sedikit penasaran. Aku lihat video yang terekam di handphone-ku ada tali yang mengikat kuntilanak bohongan itu terlihat jelas oleh kamera SAMSUNG GALAXY S7 aku sedikit tercengang, ada wanita yang berada dilayar kakak.
“aku sepertinya kenal dengan wanita itu!”
“cewek mana yang tidak dikenal Johan, apalagi ceweknya cantik” katanya sewot
“bukan begitu Ris, cewek itu adalah masuk daftar orang hilang yang lagi dicari sama kakak aku!” kataku menjelaskan.
“benarkah? Kita kirim aja video ini ke kakakmu untuk memastikan”
“tidak Ris, aku akan kesana lagi. Kayaknya ada yang tidak beres di rumah itu”
“lebih baik serahkan kepada pihak berwajib”
“warga juga harus membantu, kamu mau ikut atau enggak?” aku menaruh androidku di atas meja dan melangkah cepat kekamar untuk memakai jaket dan mempersiapkan alat-alat yang bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran tersebut.
“ayo Ris, kita berangkat, atau kamu mau aku antar pulang?”
“aku ikut” setelah dia menjawab tiba-tiba saja terbersit kalau saja terjadi apa-apa kepadanya maka aku akan merasa sangat menyesali perbuatanku mengajaknya. Selain itu ada bau rokok berarti ada kehidupan disana, kalau disana digunakan sebagai tempat penyimpanan orang yang diculik berarti ada banyak penjahat didalam gedung. Dulu ada cerita bahwa yang masuk kerumah tua itu tidak akan kembali, apakah ulah penjahat-penjahat ini.
“aku antar kamu pulang saja yah Ris”
“aku mau ikut”
“udah pulang saja aku antar sekalian”
aku pun menarik tanganya tanpa menunggu persetujuaanya. Aku menariknya sampai kedepan rumahnya.
“selamat tidur putri cantik, sampai jumpa besok” kataku lantas aku berlari meninggalkanya seakan dia mau mengucapkan sesuatu dari bibir mungilnya. Aku sudah sampai didepan rumah tua aku mengendap-endap. Pertama aku pasang beberapa kamera untuk mengawasi keadaan rumah dari belakang dan samping. Kemudian aku pantau dari SAMSUNG GALAXY S7 yang aku miliki. Benar saja keluar beberapa orang dari belakang menghisap rokok. Sial apa aku harus memberi tahu kakak. Pikirku. Dua orang aku bisa melumpuhkan mereka berdua dengan pukulan yang mengarah pada tenggorokan dan tendangan pada perutnya, serta aku tambahi sikutan untuk membuatnya pingsan. Aku pasang androidku disaku android yang aku taruh dipahaku, aku jalankan rencanaku dan berhasil 100 persen. Mencoba masuk dari belakang dan mencari wanita itu, ada tangga sebelah kiri, nafasku agak terengah-engah keringatku menetes, ini benar-benar melelahkan, aku naiki anak tangga satu demi satu, kulihat wanita itu terikat kaki dan tangannya, serta terbungkam mulutnya. “emmm” sambil jingkrak-jingkrak seakan dia ingin segera dilepaskan, atau memberi tanda bahwa, tendangan dari arah belakang membuatku terjungkal, aku mencoba berdiri namun pistol mengarah tepat di kepalaku.
“jangan melawan atau mati!” katanya garang, tubuhnya tinggi besar membuatku sedikit takut. Kami berdua di gelandang masuk kebawah tanah. Menemui para anak muda yang hilang ternyata bekerja disini, sial ternyata disini sarang sabu-sabu mereka dijadikan buruh disini. Sebelum aku dimasukan kedalam penjara buatan mereka aku digeledah dari atas kebawah, di temukan tali serta beberapa senjata, semuanya disita. “santai anak muda kamu akan bergabung dengan mereka 1 minggu lagi” kata seseorang penjahat yang duduk sambil menghisap sabu-sabu. Aku di masukkan ke penjara. Sial bagaimana bisa menolong orang jika diriku dalam kemalangan. Kulihat wanita itu hanya berada dipojok tanpa bergerak, dia seperti hantu menyeramkan. Apa dia merasa bersalah dengan dirinya? Entahlah, “KLING” suara ini! Aku melirik kearah pahaku namun tidak kutemukan alat canggih itu. “ini handphone punyamu!” katanya dengan suara lirih. “terima kasih” kataku sambil mengambilnya. Mungkin waktu tadi aku kena tendang dari belakang dan akhirnya terjatuh dan dia membawanya, aku melihat handphoneku untuk menghubungi kakak, namun, ternyata mereka sudah berada diluar untuk penggerebekan kamera yang kupasang masih tersambung dan dengan jelas aku melihat kakakku mengamati androidnya mencari keberadaanku. Aku memotret dari dalam penjara semua penjahat yang duduk di kursi mereka serta ajudan-ajudan mereka. Aku kirimkan kepada kakak berapa orang penjahat yang siap mereka hadapi, sebelum aku kirim salah seorang pengawal membuatku kaget telah mengetahui diriku memotretnya barang bukti disertai seluruh atasan mereka.
“kamu lagi ngapain?”
“ini lagi motret aja”
“pak bos kita dipotret, emang kita artis?”
“kurang lebih seperti itu” jawabku
“cepat bawa keluar anak itu sebelum membawa masalah” aku cepat-cepat menonaktifkan kamera pengawas yang sedang aku nyalakan. Dia mengambil handphone kesayanganku aku takut seandainya mereka menghancurkanya. Iya SAMSUNG GALAXY S7 kan under water capability “jangan masukin kedalam air pak nanti rusak” kataku semoga dia hanya memasukan androiku kedalam minumannya itu, sekaligus aku ingin menguji seberapa tahan terhadap air. Akhirnya bos itu memasukan kedalam gelas yang berisi penuh dengan minuman keras tiba-tiba saja satu kepalan mengarah ke kepalaku dan satu lagi keperutku itu membuatku jatuh terkapar. SAMSUNG GALAXY S7 menghadap ke arahku dan menyala aku berharap mereka tidak menyadari bahwa android yang masuk kedalam gelas minum mereka masih menyala dan berfungsi dengan baik. “menyerahlah gedung ini sudah terkepung” suara itu membuat pontang panting para penjahat mereka berhamburan meninggalkan kami para manusia yang ditahannya mereka hanya membawa sabu-sabu mereka. Ternyata ada jalan bawah tanah, polisi menggerebek tempat ini namun semua sudah lari tinggal menyisakan orang-orang hilang yang dicari kepolisian. Kakak segera menemuiku bersama dengan Risma.
“kamu tidak apa-apa kan Johan?” Tanya Risma penuh kekhawatiran.
“ehem” kakak pura-pura tersedak
“itu tuh kalau sombong dan sok-sokan jadi hasilnya wajah lebam gitu” kata kakak sambil mengusap kepalaku pelan.
“kak, kayaknya disini ada yang ingin kakak temui!”
“siapa?”
“wanita itu!” kataku sambil menunjuknya.
“kakak juga harus bilang bahwa aku menggunakan androidku bukan hanya untuk game”
“dan memujiku” aku lanjutkan kata-kataku
“emang apa yang kamu lakukan?”  tanyanya, beberapa polisi izin ke kakak untuk melakukan pengejaran.
“kakak pasti butuh banget dengan SAMSUNG GALAXY S7 punyaku karena aku punya barang bukti”
Dia tidak menggubrisku malah menolong kakak perempuan yang misterius itu.
“kakak”
“iya, aku tahu kan Risma udah ngirim hasil videonya ke kakak, dengan begitu kakak sudah tahu”
“terus kakak gak butuh foto-foto di androidku ini?”
“ya udah aku hapus aja” lanjutku
“jangan-jangan dik kakak butuh foto-foto itu sebagai barang bukti” kegelisahan diwajah kakak Nampak sempurna.
“hehe, jadi gimana? Aku menggunakannya untuk hal yang berguna kan?”
“iya, iya aku tahu”
Aku memandangnya sambil berkedip-kedip dia menghela nafas dalam-dalam
“biasa aja, iya kamu anak yang pandai dan berani….”
“dan…”
“menggunakan androidnya untuk hal yang lebih berguna”
“lagi?”
“kamu ini benar-benar adik yang manja, lain kali jangan ceroboh, untung androidmu dimasukin air, kalau sampai dirusak gimana?”
“oh, kakak khawatir dengan androidnya”
“hehe, orangnya kan jago tae kwondo, dua orang di atas yang ngalahin kamu kan?”
“tapi, tetap aja kak kalau kakak gak beliin aku SAMSUNG GALAXY S7 mungkin androidku gak bisa terpakai lagi”
“oleh karena itu kalau mau android yang berteknologi tinggi dengan segala kemajuan segera kunjungi http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/smartphones/galaxy-s/galaxy-s7/ dan pesan sekarang juga”
Kami pun pulang bersama, lebih tepatnya berdua dengan Risma, kakak harus mengurus orang-orang yang ditawan dibawah tanah.
The End